26
Apr
09

Facebook Sickness?

Tahun ini situs jaringan sosial facebook memasuki usia yang kelima tahun.
Di usianya yang masih muda itu, situs jejaring sosial hasil ciptaan CEO *Mark
Zuckerberg* ini sudah berhasil menggaet 200 juta anggota. Situs ini semakin
digilai dan membuat hampir semua orang menjadi kecanduan. Tak hanya membantu
dalam mengekespresikan diri, membangun relasi dengan orang lain,
menghubungkan banyak teman lama dan baru, facebook juga bahkan digunakan
sebagai ajang mencari jodoh.

Namun, dibalik kesuksesannya itu, *facebook* juga memiliki segudang cerita.
Tak hanya membawa dampak positif , *facebook* juga banyak memberi pengaruh
yang negatif baik bagi perkembangan mental maupun kesehatan fisik
penggunanya. Namanya bahkan sering kali tercoreng oleh banyak kasus yang
berkaitan dengan moral, kekerasan, kejahatan dan rasisme.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal *The Institute of Biology*,
Inggris, memberikan gambaran bahwa kebiasaan bergaul via situs pertemanan
seperti *facebook* berpotensi mengurangi kegiatan sosialisasi antar manusia
di kehidupan nyata yang akan berdampak pada sisi-sisi biologisnya. Beberapa
diantaranya adalah mengubah alur kerja gen, menghambat respons sistem imun,
tingkat hormon, dan fungsi arteri serta memengaruhi kondisi mental. Hal ini
akan berakhir dengan meningkatnya risiko gangguan kesehatan seperti kanker,
stroke, penyakit jantung dan dementia (kelainan jiwa).

Gereja Khatolik juga turut andil berpendapat tentang *facebook*. Para
Pemimpin gererja katolik berpendapat bahwa *facebook* bukanlah situs
jejaring sosial melainkan situs jejaring individu karena
*facebook*mengarahk an seseorang untuk bersikap mementingkan diri
sendiri. Interaksi
yang terjadi di dalamnya juga merupakan pola hubungan yang tidak nyata
sehingga berdampak pada berkuranganya interaksi antar manusia di kehidupan
nyata.

Hal ini memang benar terbukti. *Laura Michaels*, salah satu pecandu *
facebook* mengaku sudah tidur dengan 50 orang lelaki yang ditemuinya di
situs jaringan sosial tersebut. Ia bahkan membuat sebuah grup yang benama “I
Need Sex” untuk memuluskan aksinya itu. Hanya dalam 10 menit saja grup
tersebut sudah memiliki 35 anggota dan selanjutnya menarik 100 orang lelaki
lain dan 50 orang diantaranya sudah tidur dengan dirinya. Meski mengetahui
bahwa perilakunya salah dan sangat berbahaya namun perempuan berusia 23
tahun ini mengaku senang dan bahagia dengan apa yang telah dilakukannya itu.
Ia bahkan tidak peduli dengan anggapan orang lain yang menyebutnya tidak
benar.

Kerusakan mental sebagai dampak akibat kecanduan situs jaringan sosial ini,
juga dialami oleh seorang pemuda berusia 19 tahun bernama *Laval*. Ia nekat
mengancam pihak kepolisian lewat *facebook*, akibatnya untuk sementara waktu
Ia dilarang menggunakan komputer.

Ada juga *Philippe Duquette*, yang dibekuk polisi karena membentuk sebuah
grup yang berencana meledakkan sebuah mobil dan kantor polisi di Laval,
sebelah utara Montreal, Kanada. Lain lagi yang terjadi di Inggris. Sejumlah
siswi menggunakan situs jejaring sosial *facebook*, untuk melampiaskan
kekecewaannya. Mereka terpaksa di-skors pihak sekolah setelah membuat grup
berisi caci maki terhadap gurunya.

Yang tak kalah tragisnya adalah peristiwa yang terjadi di London. Seorang
lelaki tega membunuh mantan istrinya sendiri setelah mengetahui bahwa sang
mantan istri telah mengubah status pernikahannya di *facebook*.
*Richardson* kesal karena melihat status
*facebook* istrinya berganti dari “married” menjadi “single”. Dia lalu
menikam mantan istrinya, Sarah hingga tewas.

Tak hanya itu, situs jaringan sosial ini juga dapat merugikan banyak orang.
Ini peringatan bagi Anda yang suka meng*upload *foto-foto yang tidak wajar
di *facebook*. Hati-hati jika tidak ingin terkena masalah. Seorang karyawan
dipecat beberapa waktu lalu gara-gara memamerkan foto dirinya yang sedang
mandi di kamar mandi perusahaannya. Sementara di Scotlandia polisi melakukan
*swepping* terhadap foto yang ada di *facebook*. Polisi menyapu foto para
anggota *facebook* yang sedang memegang senjata. Hal tersebut dilakukan
dengan alasan untuk mencegah terjadinya kejahatan.

Inilah gambaran nyata tentang dunia maya. Segala tindakan, posting maupun
komentar yang disampaikan seseorang dapat mempengaruhi kehidupan orang lain.
Karena itu berhati-hatilah, pergunakan situs jaringan sosial ini dengan
bijak dan untuk hal yang positif.

Source : wdn-mailinglist

Advertisements

3 Responses to “Facebook Sickness?”


  1. 1 shenxyz
    May 19, 2009 at 12:20 pm

    blogwalking maksudnya left a comment here?? hehe

    i’m sick of facebook, and will get out soon..

  2. 3 shenxyz
    June 7, 2009 at 6:37 am

    “I’ll be back..”

    *Terminator


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 36,380 hits

RSS World News

  • After ISIS, 'Mosul can never be the same' October 17, 2017
    A few days ago, Mahmoud Saeed boarded a plane for a trip that is sure to be filled with trepidation.
  • What's next for ISIS after the fall of Raqqa? October 18, 2017
    US-backed forces in Raqqa said Tuesday that major military operations against ISIS had ended as they worked to clear out the remnants of sleeper cells and mines in the ruins of the Syrian city.
  • Video shows Raqqa execution spot October 18, 2017
    This exclusive drone footage shows empty streets and destroyed buildings in Raqqa, a city on the brink of being liberated from ISIS.
  • ISIS arrests: How many are from travel ban countries? October 17, 2017
    They called it the "US Project." Their goal, allegedly, was to carry out an ISIS terror attack on New York during Ramadan that would "show them what they hadn't seen in 2001."
  • US appeals for calm as allies clash in Iraq October 17, 2017
    The United States has made an urgent call for calm in northern Iraq as Iraqi forces and Kurdish fighters -- two of Washington's key allies in the region -- clash over disputed territory.

%d bloggers like this: